Selamat datang di platform silsilah keluarga besar
Bani Abdullah Abbas
"Soko Guru dan pilar keteladanan yang menanamkan benih kesalihan, kelembutan, dan doa dalam setiap langkah perkembangan keturunan Bani Abdullah Abbas."
Jejak Perjalanan 148 Tahun Yang Lalu
Pondok Pesantren Ta'sisuttaqwa Galang ini berdiri pada zaman kolonial Belanda sejak tahun 1875 M (148 tahun yang lalu). Semula pondok tersebut hanya berupa langgar/ mushola tempat pengajian warga setempat. Pondok Ta'sisuttaqwa didirikan oleh KH. Muhammad Abbas (Kakek KH. Masykur Faqih) setelah dihadiahi tanah oleh pemerintahan kolonial Belanda berkat jasa beliau yang bisa menghidupkan kereta api yang terhenti lama di rel kereta api di dusun Galang. Berdasarkan cerita, memang tanah pondok pesantren Ta'sisittaqwa ini semula angker dan sengit sampai-sampai burung yang terbang di atasnya pasti jatuh dan mati.
Sesungguhnya KH. Muhammad Abbas (Mbah Abas) ini adalah menantu seorang ulama yang sangat alim bernama KH. Abdul Jalil, Sukobendu, Mantub, Lamongan. KH. Muhammad Abbas telah memperistri putra ke-4 dari KH Abdul Jalil yang bernama Nyai Sholichah.
Untuk melanjutkan keberlangsungan kegiatan pondok pesantren Ta'sisuttaqwa, KH. Muhammad Abas menikahkan putrinya yang bernama Maskonah (putra keenam) dengan seorang pria dari Sedayu Lawas yang bernama KH. Abdullah Faqih. Sehingga masa kepemimpinan KH. Abdullah Faqih di pondok pesantren Ta'sisittaqwa ini termasuk generasi kedua setelah menggantikan aba mertuanya, KH Muhammad Abas.
Semula putra dari pasangan Nyai Maskonah dan KH. Abdullah Faqih yang melanjutkan kepemimpinan pondok adalah K. Chasbullah. Namun setelah beliau wafat di usia muda, Nyai Maskonah meminta KH. Masykur Faqih untuk meneruskan amanah dari tahun 1953 sampai wafat tahun 1999 (Generasi Keempat).
Beliau menimba ilmu langsung dari Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari di Tebuireng dan berguru Thoriqoh kepada KH. Romli Attamimi. Di bawah bimbingan beliau, Pesantren berkembang pesat dengan berdirinya MI Manbaul Ulum, MI As-Syafiiyyah, dan MTs Ta'sisuttaqwa. Santri meluap dari berbagai daerah Jawa Timur hingga Jawa Tengah, meninggalkan karakter kesalihan yang kita warisi hari ini.
Menghubungkan Garis Darah...
Merajut kembali memori indah dalam dokumentasi visual keluarga besar.
Silaturahmi Bani Abdullah Abbas
Silaturahmi Bani Abdullah Abbas
Silaturahmi Bani Abdullah Abbas
Silaturahmi Bani Abdullah Abbas
Silaturahmi Bani Abdullah Abbas
Silaturahmi Bani Abdullah Abbas